Status Gizi Masyarakat

Status gizi dapat diukur melalui indikator-indikator, antara lain Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), status gizi balita, status gizi wanita usia subur Kurang Energi Kronis (KEK), dan Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY). (Profil Kesehatan Indonesia, 2008)

Gizi Balita
Pengukuran gizi pada balita difokuskan pada tingkat kecukupan gizi yang diukur melalui berat badan menurut umur (BB/U) dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB).

Hasil Riskesdas 2010 menunjukkan prevalensi balita dengan gizi buruk dan kurang di Provinsi Sumatera Utara yaitu 21,4%, angka ini mengalami penurunan dibanding dengan hasil Riskesdas tahun 2007 yaitu 22,7% hal ini menunjukkan bahwa balita dengan gizi buruk dan kurang masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Provinsi Sumatera Utara. Berdasarkan hasil Riskesdas 2007 dan 2010 angka prevalensi balita dengan gizi buruk, kurang, balita pendek dan kurus di Provinsi Sumatera Utara lebih tinggi dibandingkan dengan angka nasional.


Di Kabupaten Karo tahun 2014 dari 37.809 balita terdapat sebanyak 27.697 orang balita ditimbang (73,3%) BGM 191 orang dan ada 8 kasus gizi buruk. Terjadi penurunan kasus gizi buruk setiap tahun mungkin disebabkan keberhasilan program kesehatan, kesadaran dan pengetahuan masyarakat meningkat disamping membaiknya perekonomian negara kita.


Program Pemberian ASI Eksklusif
Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada seorang bayi secara terus menerus selama 6 (enam) bulan, tanpa pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI). Pada tahun 2007 di Sumatera Utara, dari jumlah bayi 271.349 yang mendapat ASI eksklusif sebesar 26,39%. Sementara itu, pada tahun 2008 dari jumlah 301.677 bayi yang ada mendapat ASI eksklusif hanya 36,72%.


Di Kabupaten Karo pada tahun 2014 dari jumlah bayi 0-6 bulan 8.129 yang mendapat ASI eksklusif sebesar 3.532 bayi (43,4%). Jumlah bayi keseluruhan adalah 7.603 orang dengan cakupan pelayanan kesehatan bayi adalah 97,3% dimana seharusnya menurut standar pelayanan kesehatan adalah 100%.


Pemberitan ASI eksklusif dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2009 terjadi penurunan namun pada tahun 2014 terjadi peningkatan, hal ini mungkin karena kesadaran masyarakat meningkat akan pentingnya pemberian ASI Eksklusif.


Kecamatan Bebas Rawan Gizi

Kecamatan bebas rawan gizi adalah kecamatan dengan prevalensi gizi kurang dan gizi buruk lebih kecil dari 15%. Target yang ingin dicapai berdasarkan indikator Indonesia Sehat 2010 adalah lebih dari 80%. Dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Karo seluruhnya (100%) termasuk kecamatan bebas rawan gizi. Di Kabupaten Karo juga memiliki empat masalah gizi utama, yaitu masalah gizi makro, khususnya balita dengan Kurang Energi Protein (KEP), masalah gizi mikro, terutama kurang Vitamin A (KVA), Anemia Gizi Besi (AGB) dan Gangguan Kurang Yodium (GAKY), tetapi ini hanya sebagian kecil kecamatannya.

 

Sumber: Profil Kesehatan Kabupaten Karo Tahun 2014

POLLING

Pendapat Anda Tentang Dinas Kesehatan Kabupaten Karo?
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
Total Votes:
First Vote:
Last Vote:

PEJ. STRUKTURAL

KANTOR

Jl. Kapten Selamat Ketaren No. 9
Telp. 0628-20260
Fax. 0628-32305
Kabanjahe Sumatera Utara
Indonesia 22112
Website: dinkes.karokab.go.id
Email: dinkes@karokab.go.id

Germas1

Gemes