Mortalitas (Angka Kematian)

Angka kematian masyarakat dari waktu ke waktu dapat memberikan gambaran perkembangan derajat kesehatan masyarakat dan dapat juga digunakan sebagai indikator dalam penilaian keberhasilan pelayanan kesehatan dan program kesehatan lainnya. Angka kematian pada umumnya dapat dihitung dengan melakukan survei dan penelitian.

Angka Kematian Bayi (AKB)
Infant Mortality Rate atau Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator yang lazim digunakan untuk menentukan derajat kesehatan masyarakat, baik pada tataran provinsi maupun nasional. Selain itu, program pembangunan kesehatan di Indonesia banyak menitikberatkan pada upaya penurunan AKB. Angka Kematian Bayi merujuk kepada jumlah bayi yang meninggal pada fase antara kelahiran hingga bayi belum mencapai umur 1 tahun per 1.000 kelahiran hidup.

Berdasarkan Susenas 2007-2008 (BPS-SU), Angka Kematian Bayi pada Tahun 2008 sebesar 25,60 per 1.000 kelahiran hidup. Angka ini menurun bila dibandingkan dengan AKB tahun sebelumnya (2007) yang sebesar 26,9 per 1.000 kelahiran hidup.

Berdasarkan hasil riset Kesehatan Dasar (Riskesda) yang dilaksanakan oleh Departemen Kesehatan pada tahun 2007 menunjukkan urutan penyebab kematian terbanyak pada kelompok bayi 0-6 hari didominasi oleh gangguan/kelainan pernafasan (35,9%), prematuitas (32,4%) dan sepsis (12%). Pada kelompok umur 7-28 hari yaitu Sepsis, Malformasi konginental dan pnemonia sedangkan pada kelompok uur 29 hari - 11 bulan yaitu diare (31,4%) pneumonia (23,8%) dan meninghitis/ensefalitis (9,3%)

Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas dan Rumah Sakit di Kabupaten Karo maka pada tahun 2010 diperoleh jumlah kematian bayi sebanyak 58 orang dari 6.578 kelahiran hidup (9 per 1.000 kelahiran hidup), pada tahun 2011 terjadi penurunan angka kematian bayi yaitu 31 orang dari 6.238 kelahiran hidup (4,9 per 1.000 kelahiran hidup), pada tahun 2012 AKB 47 orang kelahiran hidup (7,4 per 1.000), pada tahun 2013 AKB 41 orang dari 6.546 kelahiran hidup, pada tahun 2014 AKB 5 orang dari 6.754 kelahiran hidup,

Melihat AKB tersebut diatas dapat dikatakan bahwa AKB di Kabupaten Karo relatif lebih kecil dibandingkan dengan AKB di Tingkat Provinsi maupun Nasional. Juga bila dilihat dengan Target Indikator Indonesia Sehat 2010 sebesar 40 kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup.

Angka Kematian Balita (AKABA)
Angka kematian balita adalah jumlah anak yang dilahirkan pada tahun tertentu dan meninggal sebelum mencapai usia 5 tahun, dinyatakan sebagai angka per 1.000 kelahiran hidup. Angka Kematian Balita menggambarkan peluang terjadinya kematian pada fase antara kelahiran dan sebelum umur 5 tahun. Berdasarkan hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 diperoleh bahwa angka kematian balita di Sumater Utara sebesar 54/1000 KH. Sedangkan angka rata-rata nasional pada tahun 2012 sebesar 43 per 1000 KH. Angka nasional ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan AKABA pada tahun 2007 yang sebesar 44 per 1000 KH.

Di Kabupaten Karo berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas dan Rumah Sakit pada tahun 2010 didapatkan jumlah kematian balita sebesar 72 orang dari 6.578 kelahiran hidup (11 per 1.000 kelahiran hidup). Sedangkan pada tahun 2009 jumlah kematian balita 73 orang dari 6.673 kelahiran hidup (11 per 1.000 kelahiran hidup). Pada Tahun 2011 angka kematian balita jauh turun signifikan yaitu 17 orang dari 6.238 Kelahiran Hidup (2,7 per 1000 Kelahiran Hidup), pada Tahun 2012 ada 47 orang, pada Tahun 2013 ada sebanyak 9 orang sedangkan pada Tahun 2014 ada 10 orang. Berdasarkan angka tersebut dapat dikatakan bahwa angka kematian balita di Kabupaten Karo relatif lebih rendah bila dibandingkan Angka Kematian Balita di Provinsi Sumatera Utara maupun Nasional. Juga bila dilihat dengan Target Indikator Indonesia Sehat 2010 sebesar 58 Kematian per 1.000 kelahiaran hidup, maka angka kematian Balita di Kabupaten Karo relatif rendah.

Namun demikian untuk mendapatkan Angka Kematian Balita yang pasti di Kabupaten Karo belum pernah dilakukan survei khusus. Pola penyakit penyebab kematian balita di Kabupaten Karo tidak dapat ditampilkan, karena tidak ada survey khusus, tetapi gambaran secara nasional menurut hasil SKRT 1995 dan SURKESNAS 2001 tidak terlalu banyak mengalami perubahan, penyakit infeksi masih merupakan penyebab kematian terbanyak.

Angka Kematian Ibu (AKI)
Kematian ibu adalah kematian perempuan selama masa kehamilan, persalinan sampai dengan 42 hari setelah persalianan dari penyebab yang berhubungan dengan atau diperburuk oleh kehamilan, persalinan atau penanganannya tetapi bukan karena kecelakaan.

Angka Kematian Ibu (AKI) berguna untuk memonitor kematian terkait dengan kehamilan. AKI dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk status kesehatan secara umum, pendidikan dan pelayanan selama kehamilan dan melahirkan. (Profil Kesehatan Indonesia, 2008).

Berdasarkan estimasi AKI di Sumatera Utara Tahun 2008 adalah 260 per 100.000 kelahiran hidup sedangkan AKI Provinsi Sumatera Utara Tahun 2010 adalah 268 per 100.000 kelahiran hidup. (Laporan Evaluasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2010).

Di Kabupaten Karo pada Tahun 2010, berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas dan Rumah Sakit Umum diperoleh jumlah kematian ibu sebesar 4 orang dari 6.578 kelahiran hidup sedangkan pada tahun 2009 diperoleh jumlah kematian ibu sebesar 10 orang dari 6.673 kelahiran hidup. Sebagai perbandingan bila angka kematian ibu dikonversi per 100.000 kelahiran hidup, maka angka kematian ibu di Kabupaten Karo pada tahun 2010 adalah sebesar 61 per 100.000 kelahiran hidup, pada tahun 2013 jumlah kematian ibu adalah sebanyak 9 orang dari 6.546 kelahiran hidup sedangkan pada tahun 2014 jumlah kematian ibu adalah sebanyak 6 orang dari 6.754 kelahiran hidup.

AKI Kabupaten Karo terlihat berfluktuasi walaupun sebenarnya terjadi penurunan kasus yang signifikan hal ini kemungkinan berkaitan dengan program kesehatan yang semakin baik, walaupun sebenarnya pengetahuan petugas perlu ditingkatkan dalam pencatatan dan pelaporan yang lebih akurat dan baik.

Sumber: Profil Kesehatan Kabupaten Karo Tahun 2014

 

POLLING

Pendapat Anda Tentang Dinas Kesehatan Kabupaten Karo?
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
Total Votes:
First Vote:
Last Vote:

PEJ. STRUKTURAL

KANTOR

Jl. Kapten Selamat Ketaren No. 9
Telp. 0628-20260
Fax. 0628-32305
Kabanjahe Sumatera Utara
Indonesia 22112
Website: dinkes.karokab.go.id
Email: dinkes@karokab.go.id

Germas1

Gemes