Keadaan Perilaku Masyarakat

Untuk menggambarkan keadaan  perilaku yang berpengaruh terhadap  derajat kesehatan, dapat kita lihat dari persentase masyarakat di Kabupaten Karo yang berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

PHBS adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakt dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan  perilaku  hidup  bersih dan sehat melalui pendekatan pimpinan (advocasy), bina suasana (social support) dan pemberdayaan masyarakat (empowerment). Strategi PHBS memfokuskan pada lima program prioritas yaitu Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Gizi, Kesehatan Lingkungan, Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular (P2PTM) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK).

PHBS pada tatanan Rumah Tangga dinilai berdasarkan 10 indikator yang meliputi:

  1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
  2. Memberikan bayi ASI eksklusif
  3. Menimbang bayi dan balita
  4. Menggunakan air bersih
  5. Mencuci tangan dan air bersih dan sabun
  6. Menggunakan jamban sehat
  7. Memberantas jentik di rumah
  8. Makan buah dan sayur setiap hari
  9. Melakukan aktifikas fisik setiap hari
  10. Tidak merokok di dalam rumah

Klasifikasi PHBS ditentukan berdasarkan nilai perilaku dan lingkungan sehat tiap keluarga dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Sehat satu yaitu bila keluarga berperilaku positif kurang dari 25% dari jumlah seluruh indikator PHBS
  2. Sehat dua yaitu bila keluarga berperilaku positif 25%-49% dari jumlah seluruh indikator
  3. Sehat tiga yaitu bila keluarga berperilaku positif 50%-74% dari jumlah seluruh indikator dan
  4. Sehat empat yaitu bila keluarga berperilaku positif lebih dari 75% dari jumlah seluruh indikator

Di Sumatera Utara survey PHBS terakhir dilaksanakan pada tahun 2005-2007, ada peningkatan pencapaian persentase penduduk yang melaksanakan PHBS, namun setelah Tahun 2007 s/d 2011, tidak ada survey PHBS baik oleh Kemenkes RI maupun Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, sehingga angka pada Tahun 2011 masih menggunakan angka survey 2007. Dengan menggunakan angka survey 2007, Sumatera Utara masih belum mampu mencapai target nasional yaitu 60%.

Di Kabupaten Karo pada Tahun 2014 diketahui bahwa dari 28.535 Rumah Tangga yang dipantau, yang ber-PHBS sebesar 8.249 (28,9%). Target persentase rumah tangga ber-PHBS dalam Indikator Indonesia Sehat 2010 adalah sebesar 65%, maka hasil pencapaian Tahun 2013 di Kabupaten Karo masih jauh di bawah target Indonesia Sehat 2010.

Salah satu kriteria ber-PHBS adalah: tidak merokok, oleh karena itu masyarakat Kabupaten Karo yang hidup ber-PHBS diperkirakan sangat rendah, karena salah satu budaya di Kabupaten Karo adalah memberikan rokok atau tembakau kepada kerabatnya. Jadi budaya ini sangatlah susah menghilangkannya kecuali dengan pembelajaran dan tekat yang kuat.

Demikian juga kriteria ber-PHBS lainnya seperti: Rumah bebas jentik nyamuk, menggunakan jamban sehat, menggunakan air bersih setiap hari, mencuci tangan dengan sabun, hal ini sangatlah susah untuk memenuhinya di Kabupaten Karo dimana letak geografis sangat mempengaruhi hal-hal diatas, dimana di dataran tinggi dalam memenuhi air bersih sangatlah terbatas dari segi kuantitas maupun kualitas. Oleh karen itu di Kabupaten Karo Tingkat/Persentase Rumah Tangga yang hidup ber-PHBS masih pelu diadakan penelitian lebih lanjut.

Sumber: Profil Kesehatan Kabupaten Karo Tahun 2014

 

POLLING

Pendapat Anda Tentang Dinas Kesehatan Kabupaten Karo?
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
Total Votes:
First Vote:
Last Vote:

PEJ. STRUKTURAL

KANTOR

Jl. Kapten Selamat Ketaren No. 9
Telp. 0628-20260
Fax. 0628-32305
Kabanjahe Sumatera Utara
Indonesia 22112
Website: dinkes.karokab.go.id
Email: dinkes@karokab.go.id

Germas1

Gemes