Keadaan Perilaku Masyarakat

Untuk menggambarkan keadaan  perilaku yang berpengaruh terhadap  derajat kesehatan, dapat kita lihat dari persentase masyarakat di Kabupaten Karo yang berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

PHBS adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakt dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan  perilaku  hidup  bersih dan sehat melalui pendekatan pimpinan (advocasy), bina suasana (social support) dan pemberdayaan masyarakat (empowerment). Strategi PHBS memfokuskan pada lima program prioritas yaitu Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Gizi, Kesehatan Lingkungan, Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular (P2PTM) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK).

PHBS pada tatanan Rumah Tangga dinilai berdasarkan 10 indikator yang meliputi:

Read more: Keadaan Perilaku Masyarakat

Keadaan Lingkungan

Untuk menggambarkan keadaan lingkungan akan disajikan indikator-indikator Persentase Rumah Sehat dan Persentase Tempat-tempat  Umum Sehat

Rumah Sehat
Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan, yaitu rumah yang memiliki jamban yang sehat, sarana air bersih tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi rumah yang baik, kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah yang tidak terbuat dari tanah.

Menurut Data Susenas Tahun 2008, menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tangga di Sumatera Utara (80,7%) tingkat huniannya tidak padat (memenuhi syarat) dan sebagian kecil lainnya (19,3%) belum memenuhi syarat. Pada Tahun 2014, di Kabupaten Karo terdapat 22.455 rumah diperiksa dari 98.303 diantaranya 14.600 rumah memenuhi syarat kesehatan (65%), sedangkan pada Tahun 2013 jumlah seluruh  rumah yang ada adalah 99.945 rumah  yang memenuhi syarat kesehatan 14.600 rumah (14.61%) dari yang ada.

Persentase Rumah Tangga Menurut Jenis Sarana Air Bersih dan Sumber Air Minum yang Digunakan
Sumber air bersih di masyarakat terdiri dari air ledeng (perpipaan), sumur pompa tangan (SPT), sumur gali (SGL), penampungan air hujan (PAH), kemasan dan lainnya.

Read more: Keadaan Lingkungan

Kependudukan

Laju Pertumbungan Penduduk Kabupaten Karo
Jumlah Penduduk Kabuapten Karo Tahun 2014 sebanyak 389.591 jiwa tersebar di 269 desa/kelurahan dengan luas wilayah 2.127,25 Km2 atau 212.725 Ha atau 2,97 % dari luas Propinsi Daerah Tk. I Sumatera Utara. Kepadatan penduduk diperkirakan sebesar 165 jiwa per km2, dan laju pertumbuhan penduduk diperkirakan sebesar 2,15% per tahun.

Rasio beban tanggungan diperkirakan sebesar 58,56 yang berarti setiap seratus orang usia produktif menanggung 59 orang dari usia dibawah 15 tahun dan 65 tahun ke atas.

Penduduk Miskin
Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasioal, penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per-kapita per-bulan di bawah Garis Kemiskinan (GK) yang terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM). Penentuan GKM dilakukan berdasarkan pengeluaran penduduk untuk memenuhi kebutuhan dasar berupa makanan, sedangkan GKNM ditentukan berdasarkan pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan.

Read more: Kependudukan

Sosial, Ekonomi dan Budaya

Agama dan Suku Bangsa
Pada Tahun 2014 mencatat dari lima jenis agama yang dianut penduduk Kabupaten Karo terlihat presentase penduduk yang beragama Kristen Protestan menempati persentase yang tertinggi (54.04), persentase yang menganut agama Islam (23,67), Katolik (19,07), penduduk yang menganut agama Hindu dan Budha masing-masing sebesar (1,97) dan (0,23) dan lain-lain (1,02).
Beribadah merupakan suatu kebutuhan rohani bagi setiap umat beragama. Pada Tahun  2013 menurut Departemen Agama Kabupaten Karo tercatat sebanyak 167 Mesjid, dan sebanyak 639 Gereja Protestan serta Katolik 110.

Pendidikan
Sektor pendidikan merupakan  salah satu pilar yang mendukung program pembangunan daerah di samping sektor pertanian, pariwisata dan kesehatan. Pada Tahun 2014 di tingkat  pendidikan dasar ada sebanyak 285 sekolah dan 1980 kelas, serta tenaga pengajar sebanyak 2950 orang dan 67372 siswa. Di tingkat SMP ada 66 sekolah, 634 ruang kelas. Jumlah tenaga pengajar 1284 orang dan jumlah siswa 19528. Pada tingkat SMA ada 37 sekolah dengan jumlah siswa sebesar 14513 orang dan tenaga pengajar berjumlah 1083 orang ( Karo  Dalam Angka 2014).

Read more: Sosial, Ekonomi dan Budaya

Lokasi dan Keadaan Geografis

Kabupaten Karo terdiri dari 269 Desa/Kelurahan pada Tahun 2014 dan terletak di dataran tinggi  Bukit Barisan dan sebagian besar wilayahnya merupakan dataran tinggi. Secara Geografis terletak diantara 2º50’–3º19’ Lintang Utara dan 97º55’–98º38’ Bujur Timur. Dua gunung berapi aktif terletak di wilayah ini sehingga rawan gempa vulkanik. Wilayah Kabupaten Karo berada pada ketinggian 120 - 1400 Meter di atas permukaan laut.


Batas-batas Wilayah Kabupaten Karo adalah:

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Dairi dan Toba Samosir
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Simalungun
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tenggara (Propinsi Nangroe Aceh Darusalam)
Read more: Lokasi dan Keadaan Geografis

POLLING

Pendapat Anda Tentang Dinas Kesehatan Kabupaten Karo?
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
Total Votes:
First Vote:
Last Vote:

PEJ. STRUKTURAL

KANTOR

Jl. Kapten Selamat Ketaren No. 9
Telp. 0628-20260
Fax. 0628-32305
Kabanjahe Sumatera Utara
Indonesia 22112
Website: dinkes.karokab.go.id
Email: dinkes@karokab.go.id

Germas1

Gemes